SMKN 1 Cipanas Bekali Siswa Teknik Penjualan Berbasis Solusi Tanpa Paksaan
By Admin

Ahmad Madani
nusakini.com, Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cipanas, Kabupaten Cianjur, mendapatkan pelatihan kemampuan penjualan yang berfokus pada penyelesaian masalah pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan edukatif ini menghadirkan praktisi pemasaran nasional Ahmad Madani untuk membekali kecakapan hidup para pelajar kejuruan.
Kepala SMKN 1 Cipanas, Kankan Sukanda, menyebutkan bahwa kompetensi siswa harus sejalan dengan kebutuhan dunia industri yang semakin kompleks. "Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai produk, tetapi juga mampu membaca situasi, memahami kebutuhan, dan memberikan solusi dengan sikap yang dapat dipercaya," kata Kankan.
Dalam sesi pemaparan tersebut, para peserta didik diajarkan cara mengonversi spesifikasi teknis barang menjadi sebuah nilai tambah bagi konsumen. Para siswa juga diinstruksikan untuk meninggalkan metode penawaran lama yang terkesan memaksa kehendak pembeli.
"Jangan hanya menjelaskan produk, tetapi jelaskan transformasi yang dirasakan pelanggan setelah menggunakannya," tutur Ahmad di hadapan para pelajar.
Dua tenaga pendidik dari Jurusan Pemasaran setempat, Lia Darlia dan Dian Eva Sunariningsih, turut mendukung penuh penerapan pendekatan komunikasi empatik ini. Mereka sepakat bahwa simulasi interaktif jauh lebih krusial dibandingkan sekadar metode menghafal keunggulan suatu barang di luar kepala.
"Menghafal fitur saja belum cukup, karena siswa perlu menjelaskan bagaimana fitur tersebut membantu pelanggan dan mengapa solusi itu sesuai dengan kebutuhannya," ungkap Lia Darlia.
Pelatihan ini juga secara tegas menyoroti aspek etika yang wajib dijunjung tinggi oleh seluruh calon tenaga pemasar profesional. Kejujuran dalam menyampaikan detail kualitas produk dinilai sebagai pondasi utama untuk meraih kepercayaan pasar dalam jangka panjang.
Menurut Dian Eva Sunariningsih, pendampingan yang tepat sangat membantu murid dalam memilih kata-kata saat bernegosiasi secara langsung. "Melalui latihan, siswa belajar bahwa percakapan penjualan bukan adu banyak bicara," ucap Dian.
Peserta kegiatan diarahkan agar selalu berani berterus terang jika barang yang ditawarkan nyatanya tidak relevan dengan keperluan pihak pembeli. Agenda pembinaan vokasi ini diharapkan mampu mencetak generasi lulusan bermoral tinggi yang siap bersaing secara sehat di bursa kerja. (*)